Makalah Perbandingan Madzhab
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas taufik, hidayah dan inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu bagian dari persyaratan untuk menyelesaikan tugas dalam perkuliahan.
Penulis telah banyak mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, oleh karenanya penulis menghaturkan terima kasih kepada segenap rekan dan juga dosen yang telah membimbing dalam penyelesaian makalah ini.
Kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini sangat diharapkan dan akan diterima sebagai bagian untuk menghasilkan penelitian yang lebih baik. Pada akhirnya penulis berharap semoga hasil penelitian yang telah dilakukan kiranya dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan agama Islam.
Metro, 1 Desember 2022
Penulis
DAFTAR ISI
Cover i
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 1
Tujuan Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian Metode Perbandingan Agama 3
Metode Perbandingan Agama 4
BAB III PENUTUP
Kesimpulan 12
Saran 12
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Agama merupakan sebuah norma yang bersifat mengatur dan mengikat pemeluknya. Agama adalah sebuah pengendali kahidupan manusia. Agama akan mengatur dan juga memerintah setiap pemeluknya untuk mematuhi segala aturan dan larangan yang diajarkan oleh setiap agama.
Ada banyak ajaran agama yang berkembang hingga saat ini. Setiap agama membawa ajarannya masing masing serta memiliki ciri khusus yang berbeda-beda. Ajaran setiap agama tidak sama, tergantung dimana agama tersebut berkembang dan menyesuaikan konteks ajarannya. Namun segala perbedaan yang ada bukan lah menjadi sebuah alas an untuk setiap agama bermusuhan, karena disetiap agama diajarkan oleh setiap agama.
Ada banyak ajaran agama yang berkembang hingga saat ini. Setiap agama membawa ajarannya masing masing serta memiliki ciri khusus yang berbeda-beda. Ajaran setiap agama tidak sama, tergantung dimana agama tersebut berkembang dan menyesuaikan konteks ajarannya. Namun segala perbedaan yang ada bukan lah menjadi sebuah alas an untuk setiap agama bermusuhan, karena disetiap agama diajarkan bagaimana cara untuk bertolerensi baik terhadap sesama pemeluk agama ataupun terhadap pemeluk agama lain.
Untuk mengetahui perbandingan ajaran yang dibawa oleh setiap agama, maka seseorang harus menguasai metode perbandingan agama. Yang tujuannya adalah sebagai suatu cara atau jalan untuk mengetahui perbandingan agama, dan dapat memebandingkan ajaran dalam setiap agama dengan benar dan tidak sembarangan. Oleh kerena itu, penulis bermaksud untuk menulis makalah yang berjudul: Metode Perbandingan Agama, yang bertujuan untuk mengetahui pengertian dan metode-metode yang digunakan untuk membandingkan agama.
Rumusan Masalah
Apa pengertian metode perbandingan agama ?
Apa saja metode yang digunakan dalam membandingkan agama ?
Tujuan Penulisan
Mengetahui pengertian metode perbandingan agama.
Mengetahui metode yang digunakan dalam membandingkan agama.
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Metode Perbandingan Agama
Metode adalah suatu cara ataupun jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam memahami suatu agama, Abudin Nata mengungkapkan bahwasanya dalam memahami suatu agam, khususnya agama Islam harus dilihat dari berbagai ataupun bermacam dimensi. Jika meninjau suatu agama dari satu sudut pandang saja maka yang terlihat hanya satu dimensi saja, dari suatu gejala yang sangat banyak.
Perbandingan ilmu agama merupakan cabang dari ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk memahami gejala dari suatu agama yang berhubungan dengan agama lain. Tujuan perbandingan ilmu agama adalah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan yang ada antar setiap agama.
Agama berasal dari bahasa Arab, dari kata Ad-Din, yang berarti kebiasaan, tingkah laku, taat, batasan, tunduk dan patuh kepada tuhan. Ilmu perbandingan agama adalah ilmu yang memeprlajari tentang macam-macam agama yang ada, kepercayaan dan aliran peribadahan yang berkembang yang ada pada suatu bangsa atau kaum sejak dahulu sampai sekarang.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa metode perbandingan agama adalah suatu cara ataupun jalan yang digunakan untuk memahami gejala kegamaan yang terjadi pada kepercayaan dalam persamaan dan perbedaan serta hubungannya dengan agama satu dengan lainnya.
Macam – macam Metode Perbandingan Agama
Dalam memahami suatu agama tentunya harus ditempuh lewat suatu metode atau cara. Tujuannya adalah supaya dapat memahami agama dengan konteks yang benar dan dapat menilai serta membandingkan persamaan antara agama satu dengan agama yang lain. Agama memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Agama berfungsi sebagai pengendali dan pengatur. Agama adalah sebagai salah satu norma, yang didalamnya terdapat aturan yang sifatnya mengikat penganutnya.
Setiap agama mengalami persebaran, dan persebaran tersebut berbeda-beda. Tergantung bagaimana konsep yang dibawa oleh masing-masing agama. Kedekatan agama dengan pranata social masyarakat memiliki pengaruh yang sangat besar dalam menentukan persebaran suatu agama. Semakin agam tersebut dapat diterima oleh masyarakat maka pertumbuhan dan perkembangan agama tersebut akan semakin cepat.
Setiap agama memiliki aturan dan ajaran yang berbeda-beda. Walaupun secara umum tujuan setiap agama adalah sama yaitu memerintahkan pengikutnya untuk selalu berbuat kebajikan dan meninggalkan kemungkaran. Namun terlepas dari semua itu terdapat ajaran khusus yang dimiliki oleh setiap agama, yang membedakan antara agama satu dan lainnya.
Untuk mengetahui segala persamaan dan perbedaan yang terdapat antar agama, maka diperlukan metode perbandingan agama. Ada beberapa macam metode perbandingan agama antara lain sebagai berikut:
Metode Teologi
Metode teologi adalah suatu metode metode yang berkaitan dengan kepercayaan atau ketuhanan. Biasanya metode dengan metode teologi dipakai untuk meneliti suatu agama yang diyakini oleh peneliti tersebut. Yang bertujuan untuk menambah pembenaran dan keyakinan terhadap agama yang dipeluknya.
Metode teologi dalam perbandingan agama adalah metode yang menekankan kepada bentuk formal ataupun simbol-simbol suatu agama yang mengklaim dirinya sebagai yang paling benar dan yang lainnya salah. Dalam metode teologi mengandung unsur fanatik, dikarenakan berhubungan dengan tuhan dan paham serta aliran yang diyakini. Sehingga dari ajaran yang dianut oleh setiap pemeluknya akan melahirkan kepercayaan yang menganggap agama yang dianutnya adalah yang paling benar. Sedangkan yang lain salah. Begitupun sebaliknya, bagi pemeluk agama yang dianggap salah tadi ajaran agama yang mereka percayai adalah yang paling benar sedangkan agama yang lain salah.
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa metode teologi tidak belum bisa memecahkan permasalahan pluralitas agamayang berkembang saat ini. Terlebih lagi dengan adanya doktrin-doktrin yang ada pada setiap agama. Namun dalam perbandingan agama tetap memerlukan metode teologi dikarenakan tanpa adanya teologi maka kepercayaan seseorang terhadap agama akan mudah cair.
Metode Historis
Metode historis merupakan salah satu metode yang difavoritkan dalam memahami perbandingan agama. Dikarenakan metode ini merupakan metode yang paling tua dan pertama kalinya dipakai dalam mempelajari agama, sejak agama itu belum menjadi sebagai disiplin ilmu ataupun sesudahnya. Metode historis adalah metode yang menelusuri asal usul dan juga pertumbuhan ide dan juga pranata agama melalui periode perkembangan historis dan menilai peranan yang dimiliki oleh suatau agama yang digunakannya untuk mempertahanka agama tersebut selama periode tertentu.
Sejarah agama memiliki dua perhatian yang utama, yaitu (1) melukiskan se-objektif mungkin terkait kondisi dan unsur dalam situasi historis, (2) mengenal bahwasanya perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia adalah akibat dari interaksi yang terjadi serta kondisi historis yang mengitari dalam peristiwa keagamaan.
Ada beberapa poin penting menurut Kurd Rudolf, yang harus dipahami oleh ahli sejarah agama, yaitu :
Studi tentang kesejarahan agama merupakan studi ilmiah mengenai suatu peristiwa keagamaan. Alas an disebut stuydi ilmiah dikarenakan sejak sejarah agama menjadi suatu ilmu yang otonom maka tugasnya adalah untuk refleksi kritis serta historis bukan sebagai paham yang berfungsi untuk menyebarkan paham dan juga ajaran.
Saat ini, sejarah agama tidak bisa untuk tidak berbaur dengan ilmu lain seperti filologi, antropologi, heurmenetika, psikologi dan ilmu sosiologi. Ilmu bantu tersebut tidak hanya dapat memeprkaya sajian sejarah agama, namun juga dapat melawan ambisi serta teologi serta filsafat agama yang tidak mampu berfikir secara kritis tentang sejarah keagamaan.
Sejarah agama lahir di masa pencerahan, waktu di mana manusia memulai menemukan keagungan dalam ilmu pengetahuan dan kemanusaiaan serta berusaha melepaskan dari dogma dan juga tradisi yang membelenggu. Oleh karena itu jika sjarah agama harus berpihak maka berpiha pada pencerahan manusia, yaitu toleransi, penilaian kritis, objektivitas melawan rasisme dan sektarianis dan mengembangkan paham kemanusiaan.
Metode Feminologis
Feminologis merupakan istilah dalam filsafat yang dibangun oleh Edmund Hussert yang digunakan dalam melihat gejala dalam agama yang tampak ataupun yang menampakkan diri.
Namun yang dimaksud Edmund Hussert dalam feminologis tidak hanya membahas mengenai apa yang tanpak dalam agama, melainkan juga membahas mengenai apa yang bisa juga bisa diserap secara rohani, meskipun tidak lewat indera, serta tidak mesti mengeai berupa sebuah peristiwa. Jadi filsafat ini adalah mencari meaning (numena)dari apa yang sekedar tampak (fenomena).
Dalam menyelidiki sebuah fakta dalam metode feminologis seseorang taida lagi bertitik tolak pada rumusan ataupun teori tertentu, melainkan dari fakta, data dan gejala yang terjadi. Metode feminologis membiarkan sebuah gejala dalam agama untuk berbicara untuk dirinya sendiri dengan cara melemparkan jauh segala yang bersifat subjektif, prasangka, dan teori, serta hal-hal yang siftnya kebetulan dan juga membatasi diri pada pengamatan dalam suatu gejala yang terjadi.
Tugas utama feminologi adalah untuk menjelaskan struktur inti dalam gejala keagamaan. Metode ini mencoba menggambarkan kesamaan yang ada dalam berbagai gejala keagamaan. Ada empat langkah dalam memakai metode feminologi, yaitu:
Menempatkan seorang informan pada tenpat yang tepat, kemudian mewawancarainya supaya berbagi pengalaman spiritual yang dialaminya.
Membantu seorang informan untuk berkonsentrasi serta menjelaskan secara pasti tentang bagaimana pengalaman spiritual yang dialaminya hadir dalam kesadarannya.
Melakukan komparasi serta menganalisis data yang diperoleh untuk mengidentifikasikan struktur yang pokok dari pengalaman keagamaan yang dijumpainya.
Melakukan gambaran ulang kemudia meringkas pengalaman tersebut.
Metode Komparatif
Metode komparatif adalah metode perbandingan agama yang digunakan untuk membandingkan agam satu dengan yang lainnya. Ada empat proyek studi perbandingan menurut Michael Stausberg, yaitu:
Penyaringan.
Menggambarkan garis evolusi ataupun lingkungan social yang berbeda.
Melakukan pengamantan terhadap kesamaan yang perbedaan.
Membeberkan penjelasan dan melakukan analisis kritis.
Dalam perbandingan agama, membandingkan agama dilakukan dengan menempatkan suatu hejala kegamaan yang parallel dari agama yang akan dikaji secara bersamaan, kemudian membandingkan gejala tersebut untuk mengetahui suatu strukturnya.
Namun dalam praktiknya, menurut Kautsar Azhari Noer metode perbandingan agama sering menemui kesulitan ataupun bahkan menemui jalan buntu ketika berusaha dalam menetapkan gejala mana atau bentuk keagamaan yang bersifat pararel dari suatu agama yang akan dibandingkan. Untuk mengetahui mana suatu bentuk yang pararel dan mana bentuk yang tidak pararel, maka pengkaji harus memahami terlebih dahulu bentuk masingmasing dari agama yang dipelajari.
Metode Perenial
Metode perennial sudah sejak lama dijadikan pendekatan dalam memahami asal usul wahyu dalam keagamaan, serta aspek ontologis dan epistemologis agama yan akhirnya memahami perbdaan bantuk antara agama historis dan titik temu esoterik suatu agama.
Menurut Steuco, dan dikutip oleh Schmitt, filsafat parenial menegaskan bahwa adanya prinsip tunggal dari semua sesuatu yang satu da selalu sama dalam pengetahuan yang dimiliki semua manusia. Terdapat sebgau kesejatian yang tunggal atau hikmah tunggal yang ada dan akan selalu ada, dan sudah sangat tua setua umur manusia itu sendiri ataupun filsafat yang sudah ada.
Dalam metode perennial mengajarkan bahwasanya realitas utim, yang ilahi adalah tanpa nama, sesuatu yang tidak dapat terjangkau, dan tidak satupun ungkapan dapat menunjukkanya. Namun pada saat yang sama, filsafat ini mempunyai sebuah epistemologi bahwa Tuhan dapat dijaungkau dengan pemahaman akal.
Metode Sosiologis
Metode sosiologis terhadap agama bertujuan uyntuk mencari relevansi yang muncul dan juga pengaruh suatu agama terhadap fenomena social. Metode sosiologis dibedakan dengan pendekatan lainnya, dikarenakan metode ini fokusnya pada interaksi suatu agama dengan masyarakat.
Pendekatan sosiologis berfokus pada masyarakat yang memahami dan juga mempraktikkan agama tentang bagaimana pengaruh suatu agama terhadap masyarakat dan juga sebaliknya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan teori yang dipaparkan dalam pembahasan, maka penulis menarik kesimpulan dalam penulisan makalah ini, yaitu :
Metode perbandingan agama adalah suatu cara ataupun jalan yang digunakan untuk memahami gejala kegamaan yang terjadi pada kepercayaan dalam persamaan dan perbedaan serta hubungannya dengan agama satu dengan lainnya.
Dalam upaya melakukan perbandingan agama, ada beberapa metode yang diperlukan. Metode perbandingan agama tersebut adalah:
Metode teologis.
Metode historis.
Metode feminologis.
Metode perennial.
Metode sosiologis.
Saran
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu kami mohon kritik dan saran yang bersifat membantu dalam upaya perbaikan penulisan makalah yang lebih baik lagi kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Siti Nurjanah, Sri Handayana, Metodologi Studi Islam: Gerbang Moderasi Beragama, (Yogyakarta: IDEA Press, 2019)
Abu Ahmadi, Perbandingan Agama, (Jakarta: Bulan Bintang, tt)
H.M Ridwan Lubis, Sosiologi Agama: Memahami Perkembangan Agama dalam Interaksi Sosial, (Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri, 2015)
M. Amin Abdullah, Metodologi Studi Agama (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000)
Ahmad Zarkasi, Metodologi Studi Agama-Agama, Jurnal A-Adyan, No. 1, Vol. 9 (2016)
Media Zainul Bahri, Wajah Studi Agama-agama dari Era Teosofi Indonesia (1990-1940) Hingga Masa Reformasi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015)
Posting Komentar untuk "Makalah Perbandingan Madzhab"