Biografi KH Hasyim Asy'ari Pendiri Nahdlotul Ulama'
KH Hasyim Asy’ari
Sislilah keturunan beliau berasal dari Raja Brawijaya VI yang juga dikenal dengan nama Lembu Peteng. Salah seorang dari keturunan Lembu Peteng yang dikenal dengan Jaka Tingkir atau Mas Karebet adalah salah satu kakeknya. Jaka Tingkir menjadi raja Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya dan menurunkan putra Pangeran Benowo. Pangeran Benowo memiliki anak bernama Muhammad alias Pangeran Sambo.
Pangeran Sambo menurunkan Kiai Sikhah di Nggedang,Jombang. Kiai Sikhah adalah cicit Pangeran Sambo. Putri Kiai Sikhah yang bernama Layinah dinikahkan dengan santrinya sendiri yang bernama Utsman, asal Jepara. Pasangan antara Utsman dan Layinah memiliki putri bernama Halimaha lias Winih. Halimah dinikah kan dengan Asy’ari, salah seorang santri KiaiUtsman. Ketika masih kecil (umur 6-12 tahun beliau belajar di beberapa pesantren, yaitu Pondok Wonoboyo, Probolinggo, kemudian ke Pondok Langitan, Trenggalis, dan Bangkalan Madura. Pada usia 15 tahun beliau menjadi santri di Siwalan Sidoarjo yang diasuh oleh Kiai Ya’kub. Hasyim dikenal sebagai santri yang tekun, cerdas, dan shaleh. Ketekunan dan bakatnya membuat kiai Ya’kub kagum dan berminat untuk menjodohkannya dengan putri beliau. Perjodohan ini terlaksana ketika Hasyim berusia 21 tahun. Kemudian Hasyim dan istrinya diajak pergi untuk menunaikkan ibadah haji ke tanah suci. Sesudah menunaikan haji, Hasyim diperintahkan untuk menetap di Makkah guna memper dalam ilmu pengetahuan. Beliau memper dalam fiqih madzhab Syafi’i dan kumpulan hadits BukhariMuslim.Tidak lama setelah melahirkan putra pertamanya, istrinya dan sekaligus putranya yang bernama Abdullahwafat. Pada tahun 1900 Hasyim pulang ke Indonesia dan kembali lagi ke tanah suci. dan menetap selama 7 tahun untuk mendalami ajaran agama Islam. Waktu yang demikian lama beliau manfaatkan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu. Beliau berguru kepada SyeikhMahfuzh At-Tarmasi (berasal dari Termas, Jawa Timur yang mengajar di Makkah), kemudian kepada Syekh Khatib Al-Mingkabaui. Ulama lain yang berguru kepada Syaikh Khathib adalah KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Sansuri, dan KH Ahmad Dahlan (pendiriMuhammadiyah).
Pada tahun 1906 Hasyim mendirikan pondok pesantren Tebuireng dengan jumlah santri 28 orang. Berkat ketekunannya maka pondok pesantren berkembang pesat, apalagi dengan bantuan dari Muhammad Ilyas, anak angkat KH Hasyim.
Kh hasyim asy’ari adalah pendiri dari organisasi Nahdlatul Ulama. Beliau diberi gelar hadratusyaikh. Pada masa penjajahan Belanda KH Hasyim pernah menolak bintang jasa yang terbuat dari emas yang akan dianugrahkan kepadanyapada tahun 1937. Beliau juga memfatwakan haram melaksanakan ibadah haji dengan kapal-kapal milik Belanda pada masa revolusi. Pada masa pendudukan Jepang beliau dijebloskan di penjara selama berbulan- bulan lalu diasingkan keMojokerto. Pada tahun 1926 bersama KH Wahab Hasbullah, Kiai Bisri Sansuri dan beberapa Kiai lainnya beliau mendirikan jam’iyah Nahdlatul Ulama sebagai wadah aspirasi kalangan Islam tradisionalis yang terpinggirkan oleh kalangan Islam modernis dalam Konggres Al- Islam di Bandung. Pada tahun 1945 beliau mengeluarkan Resolusi Jihad untuk melawan Sekutu (NICA) yang ingin mendarat di Surabaya yang kemudian dikenal dengan pertempuran 10 November dandiperingati sebagai hari pahlawan. Beliau pula yang merumuskan doktrin ajaran Ahlussunnah wal Jama’ahAnnahdliyyah.
Di antara putra-putra beliau adalah Abdul Wahid Hasyim (Menteri Agama)danYusufHasyim.AbdurrahmanWahid(GusDur)cucubeliau dari KH Abdul Wahid Hasyim pernah menjadi presiden Republik Indinesia.
Pada tahun 1947 beliau meninggal dunia. Beliau dimakamkan di pemakaman keluarga di Tebuireng.
Jasa-jasanya:
Sebagai Bapak PendiriNU
Tokoh pemersatu UmatIslam
Pembaharu sistem Pondok danMadrasah.
Ketua tim tanda gambarNU.
.jpeg)
Posting Komentar untuk "Biografi KH Hasyim Asy'ari Pendiri Nahdlotul Ulama'"